Gerakan Jogja Garuk Sampah resmi melaporkan iklan ‘telat bulan’ yang terpasang di Alat Peraga Isyarat Lalu Lintas (APILL) ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Fakta Integritas Kota Yogyakarta, Rabu (01/02/2017).

Pelaporan itu didasari setelah maraknya iklan ‘telat bulan’ yang tertempel di APILL. Bahkan, setelah ditelurusi oleh gerakan Jogja Garuk Sampah, iklan tersebut ternyata merupakan penjualan obat aborsi.

“Saya kira itu jual obat untuk meredakan rasa nyeri saat haid, tetapi setelah ditelusuri lebih dalam dan mencari-cari di internet, ternyata itu obat penggugur kandungan,” ujar koordinator Jogja Garuk Sampah, Bekti Maulana (19).

Bekti mengungkapkan, sebelum melakukan pelaporan ke Forpi, Jogja Garuk Sampah terlebih dahulu mendatangi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mengadukan permasalahan tersebut. Tetapi dalam kunjungannya itu, pihak Jogja Garuk Sampah tidak berhasil bertemu dengan petugas nyang bersangkutan karena sedang melaksanakan dinas di luar kota.

Jauh sebelum itu, Jogja Garuk Sampah juga telah melaporkan kasus iklan ‘telat bulan’ ke Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK) dengan mengirim email serta pesan singkat. Namun, tanggapan yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan Jogja Garuk Sampah. Pihak UPIK hanya mengucapkan terima kasih dan tetap tidak ada tindakan tegas yang dilakukan Pemerintah.

“Kirim email dan sms UPIK tapi enggak ada respon, hanya ucapan terima kasih dan tetap tidak ada tindakan tegas dari pemerintah,” imbuhnya.

Hingga akhirnya, iklan ‘telat bulan’ itu dilaporkan ke pihak Forpi. Kedatangan Jogja Garuk Sampah pun disambut baik, setelah melakukan diskusi bersama terkait keluhan yang disampaikan. Pihak Forpi akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan mengirim surat ke Penjabat Walikota Yogyakarta.

“Kami akan mensegerakan Pemerintah Kota Yogyakarta bertindak, setidaknya bisa menceritakan apa yang terjadi dengan iklan seperti itu, karena ini sangat mengganggu masyarakat,” ungkap koordinator Forpi, Winarta. (Mg-10)