Masa kampanye Pilwali Kota Jogja 2017 boleh dibilang sepi, tapi tidak di jagat media sosial (medsos). Salah satunya terkait dengan peretasan akun medsos penyelenggara pemilu. Akun Facebook (FB) milik Panitia Pengawas (Panwas) Kota Jogja diretas dan isinya diganti.

Ketua Panwas Kota Jogja Agus Muhammad Yasin mengatakan, sebenarnya kejadian peretasan sudah terjadi hampir dua minggu lalu. Ketika itu, Panwas Kota Jogja selesai mengunggah hasil pengawasan ke akun FB Panwas Kota Yogyakarta. Namun unggahan tersebut kemudian hilang.

”Setelah kami posting tiba-tiba akun Facebook tersebut lenyap, kami lakukan recovery 1×24 jam nama akun berubah menjadi Panwas Jogja,” jelas Agus, kemarin (29/1).

Upaya Panwas mengganti nama akun, ternyata masih bisa diakali oleh hacker. Setelah sejam mengganti akun FB menjadi Panwas Jogja, akun tersebut kembali menjadi sasaran peretasan. Akun milik Panwas tersebut hilang lagi setelah mem-posting pelanggaran alat peraga kampanye.

Panwas pun kembali memulihkan akunnya menjadi Panwaskota Yogyakarta. ”Hanya 30 menit sejak ganti nama, akun kembali hilang. Mayoritas yang kami unggah adalah hasil penertiban alat peraga kampanye (APK),” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Agus memutuskan, Panwas Kota menonaktifkan semua medsos milik Panwas. Mulai dari Facebook, Instagram, Website, dan Twitter. Hal itu diakui Agus untuk menghindari informasi-informasi hoax atau bohong yang mengatasnamakan Panwas Kota Jogja

Agus menduga peretasan itu disengaja untuk mengacaukan informasi pengawasan Pilwali Kota Jogja. Pihaknya sudah minta bantuan ahli IT untuk menelusuri peretas tersebut dan sudah mengetahui identitas peretas dan lokasinya.

Namun, dia enggan mengungkap siapa peretas itu. Data tersebut akan disampaikan saat melapor ke Polresta Jogja hari ini (30/1). ”Kami laporkan biar polisi yang mengusutnya,” kata Agus. (pra/ila/ong/radarjogja)