Bakal munculnya becak hybrid ini dikemukakan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Affrio. Menurutnya saat ini bentor tidak layak sebagai angkutan karena memiliki beberapa kelemahan.

Selain menimbulkan polusi yang cukup pekat juga dikarenakan melanggar aturan yang ada. Lain halnya dengan moda rancangan Pemda Kota Jogja ini dimana akan melalui serangkaian uji kelayakan.

Becak hybrid diklaim mampu memanjakan tukang becak dan penumpang. Bagi penarik becak mereka bila lelah ngegowes bisa menggunakan mesin yang ada.

Sementara itu bagi penumpang diklaim alat transportasi ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Selain memiliki pengaman di kursi penupang juga terpasang rem pada tiap roda.

Secara tampilan juga akan didesain se-aerodinamis mungkin. Dengan demikian kecepatan laju becak hingga 20 kilometer perjam bukan isapan jempol belaka.

Mesin yang disiapkan bukanlah mesin motor pada umumnya. Mesin hybrid dengan bahan bakar gas atau listrik siap menggantikannya. Namun Affrio enggan merinci untuk saat ini.

Yang unik, masih menurut Afftio pihaknya tetap akan mempertahankan bentuk becak pada aslinya. Hanya saja ada modifikasi atau perubahan pada beberapa sisi sehingga akan perpaduan moda tradisional dengan kemajuan jaman.

Sebenarnya becak hybrid telah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Salah satu yang cukup menarik adalah becak hybrid dari Purwodadi rancangan SMKN 2 Purwodadi.

Anak-anak teknik otomotif tersebut merakit mesin dengan bahan bakar gas atau bensin sebagai sumber tenaga dan telah diujicobakan. Semoga kini giliran Jogja yang mampu membuat hal serupa untuk memanjakan warga dan wisatawan berkeliling kota dengan tetap mempertahankan kelestarian alam.

Tapi ingat lho ya kalau keliling Kota Jogja full jangan pakai becak tapi pilihlah Trans Jogja yang kini tersedia 15 jalur. Becak hanya cocok untuk keliling Malioboro dan sekitarnya atau untuk ke beberapa lokasi yang jaraknya tidak mencapai belasan kilometer. (kanaljogja)