Masih separuh perjalanan nih! Jogja Heboh yang membuat heboh para pecinta shopping and culinary. Juga para pemburu discount di mana pun kalian berada. Jogja Heboh yang digelar mulai 1-28 Februari 2017 adalah program potongan harga kolektif, yang disiapkan untuk mereka yang ingin berwisata ke Kota Budaya, Jogjakarta, sambil mencari barang discount, serta tiket masuk berbagai atraksi wisata dengan potong harga “edan-edanan.”

“Ini merupakan kerja bareng, ASITA, PHRI, dan ITX – Indonesia Tourism Xchange, sebuah platform online yang mempertemukan buyers dan sellers, serta bisa diakses ke seluruh penjuru dunia. Mau lebih seru? Datang deh ke Jogja,” ungkap Claudia Ingkiriwang, Ketua Probis ITX di Jakarta.

Kalau mau info lebih jelas, silakan buka website www.jogjaheboh.com. Ada Paket Heboh 1, Tubing Pindul Cave, Pinus Mangunan (pine forest). Paket Heboh-2 Tubing Karst dan Kalibiru, berfoto di atas pohon dengan latar belakang jurang dan pemandangan alam hijau yang keren. Paket Heboh-3 ke Merapi Museum, Jamu Gendong, Ijo Temple dan Tebing Breksi di Prambanan, Sleman. Ada Paket Heboh-4 ke Benteng Vredeburg di ujung Malioboro, Keraton Pakualaman, Museum Dirgantara, dan Pantai Parang Tritis di Bantul.

Anda ingin merasakan sensasi Jogjakarta yang benar-benar maksimal? Inilah solusinya, pergi berwisata di saat low season! Persisnya, bulan Februari 2017 hingga tanggal 28.

Anda tidak kena macet panjang, tidak banyak terhambat untuk pindah dari satu destinasi ke destinasi lain, juga tidak banyak antre panjang mengular yang bikin

bête, dan leluasa mencari aneka kuliner yang ajaib khas Kota Gudeg.

“Kebetulan 1-28 Februari itu ada program yang disebut Jogja Heboh!” info Claudia.

Acara itu adalah kerja bareng antara ASITA dan PHRI, yang di-support oleh Dinas Pariwisata Jogja, empat kabupaten (Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo) dan satu kota Jogjakarta di sana.

Selain itu juga didukung oleh para pelaku industri pariwisata di sana, seperti airlines, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, restoran, pusat kuliner, souvenir dan lainnya.

“Ini juga Indonesia Incorporated, semua lini bersatu!” ucapnya.

Kabid Promosi Dispar DIY Imam Pratanadi menjelaskan promosi “Jogja Heboh”

ini dimaksudkan untuk mendongkrak pasar pariwisata di saat low season.

Setiap tahun bisa ditebak, akhir Desember sampai awal Januari itu selalu peak season, orang berbondong-bondong berwisata di Jogja. Namun, memasuki akhir Januari sampai Maret, itu masa-masa sulit.

“Karena itulah Jogja Heboh ini dibuat. Ada 28 hotel yang bergabung bersama-sama, berpromosi bersama, menjual paket-pekat dengan diskon keras. Harga benar-benar special di periode 1-28 Februari 2017 itu,” jelas Imam.

Ke-28 hotel yang kompak membuat paket discount khusus itu antara lain Hotel The Cube, Hotel Pesona Malioboro, Gallery Prawirotaman, Grand Zuri, Hotel Abadai, Hotel Tentrem, Hotel Prima, Hotel Prayogo, Villa Kali Opak, Hotel, Neo Awana, Hotel Hom Platinum, Hotel Nueve, Hotel Cakra Kembang, Hotel Student, Hotel Cavinton, Hotel Rosalia, Ros In, De Laxton, Hotel Jojakarta, Plaza, Hotel fave Kotabaru, Hotel 101, Hotel Quin Colombo, Hotel Ruba Graha, Hotel Zest, Hotel Horison, LPP Convention, LPP Garden, serta Atrium Resort Yogyakarta.

Selain hotel, yang berada di bawah koordinasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), juga menggandeng asosiasi biro perjalanan wisata (Asita) dengan mengumpulkan beberapa atraksi atau destinasi wisata yang lagi nge-hits di Jogja.

Seperti di Gunung Kidul dan Kulon Progo. Termasuk sejumlah maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Express Air, Silk Asia, dan AirAsia.

Konsep “Jogja Heboh” ini sebagai marketing, dinilai Claudia sangat bagus. Hal ini bisa dicontoh oleh daerah lain, kota lain, atau destinasi lain. Industrinya kompak untuk membuat program diskon bersama, dikemas secara kolektif, dan dipromosikan bersama-sama. (jos/jpnn/haloindonesia)